STOP PAIN.. RIGHT NOW

pain

Manusia tidak pernah terlepas dari penderitaan nyeri.

Nyeri merupakan suatu gejala jika berlangsung akut, tetapi penyakit bila berlangsung kronis.

Kenyataannya sering kali sering kurang mendapat perhatian dan terapi terhadapnya juga kurang (undertreated).

Definisi nyeri terkini menurut International Association for the Study of Pain (IASP) adalah sebagai suatu pengalaman sensorik dan emosional yang berhubungan dengan kerusakan jaringan atau stimulus yang potensial menimbulkan kerusakan jaringan.

Nyeri fase akut terutama membutuhkan pendekatan terapi farmakologis dan terapi fisik termasuk pembatasan aktivitas. Nyeri fase kronis tidak cukup hanya diatasi dengan terapi farmakologis dan fisik saja tetapi perlu mendapatkan perhatian dari aspek psikologis dan sosial. Ketidakmampuan penyesuaian diri secara psikologis dapat mempengaruhi hasil terapi. Depresi, somatisasi, intoleransi tehadap nyeri, persepsi diri yang salah akan cenderung memperberat nyeri dalam hal intensitas maupun kronisitasnya. Nyeri kronik juga akan menyebabkan stress psikososial dalam bentuk disabilitas, hilangnya pekerjaan/produktivitas, terganggunya hubungan sosial dan kenikmatan hidup.

Berdasarkan waktu nyeri dapat dibagi atas nyeri akut dan nyeri kronik. Nyeri akut merupakan respon biologis normal terhadap cedera jaringan dan merupakan sinyal terhadap adanya kerusakan jaringan misalnya nyeri pasca operasi, dan nyeri pasca trauma muskuloskeletal. Nyeri tipe ini sebenarnya merupakan mekanisme proteksi tubuh yang akan berlanjut pada proses penyembuhan. Nyeri akut merupakan gejala yang harus diatasi atau penyebabnya harus dieliminasi. Nyeri sub akut (1 – 6 bulan) merupakan fase transisi dimana nyeri yang ditimbulkan kerusakan jaringan diperberat oleh konsekuensi problem psikologis dan sosial. Nyeri kronis yang berlangsung lebih dari 6 bulan. Nyeri tipe ini sering kali tidak menunjukkan abnormalitas baik dari fisik maupun indikator-indikator klinis lain seperti laboratorik maupun pencitraan.

Nyeri secara esensial dapat dibagi atas dua, yaitu nyeri adaptif dan nyeri maladaptif. Nyeri adaptif berperan dalam proses survival dengan melindungi organisme dari cedera atau sebagai petanda adanya proses penyembuhan dari cedera. Nyeri maladaptif terjadi jika ada proses patologis pada sistem saraf atau akibat dari abnormalitas respon sistem saraf. Kondisi ini merupakan suatu penyakit (pain as a disease).

 

Jika Anda menderita dengan rasa nyeri yang akut atau kronis, kami akan membantu Anda.

Dengan team diagnostik kami yang handal dan  berpengalaman selama bertahun-tahun.

Kami tidak hanya bisa mengetahui apa penyebab nyeri yang Anda alami tapi juga bagaimana mengobatinya secara efektif.

Comments are closed.